Leave a comment

NHW5 MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL BATCH #4

_NICE HOMEWORK #5_
_MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL  BATCH #4_
*BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR*
(Learning  How to Learn)

 

Sebelum Menikah

Dulu sebelum menikah tentunya telah dipersiapkan secara dini apa saja perencanaan setelah menikah, termasuk dalam hal pembelajaran. Dulu sempat berfikir untuk home schooling. Kebetulan setelah menikah suami mendukung untuk home schooling hingga kami pun mengikuti seminar home schooling dan pernah ikut seminar Bu Septi secara khusus sebulan sebelum menikah sebagai bekal untuk masuk ke jenjang pernikahan. Referensi pun dipersiapkan untuk memudahkan dalam pelaksanaan home schooling. Saya pun berniat untuk focus di rumah memberikan pembelajaran untuk anak.

Setelah Menikah

Kini setelah menikah tentunya semakin banyak hal yang harus diurus bersama. rasanya bekal yang telah dipersiapkan butuh untuk terus ditambah dan ditambah. Termasuk bekal home schooling.  Sekarang home schooling menjadi salah satu alternative kami untuk pembelajaran anak, sebab pada dasarnya semua disesuaikan dengan kondisi anak dan orang tua, tidak dapat dipaksakan home schooling kalau tidak ada sarana prasarana dan ilmu yang mencukupi. Hal itu merupakan kesimpulan dari seminar-seminar yang kami ikuti.

Anak kami masih batita. Saat inilah kami mulai mempersiapkan segalanya. Kira-kira design pembelajaran seperti apa yang cocok untuknya. Pas sekali dengan tugas yang diberikan dalam NHM 5 ini.

Ketahui Passion Anak

Sesuai dengan apa yang disampaikan di materi, kami perlu mengetahui dulu passion anak agar kami bias sedari awal tahu bakal anak agar tidak salah dalam mengarahkan anak ke depannya. Observasi dilakukan sejak anak lahir. Kemudian engage, watch and listen. Kami akan berusaha untuk memberikan pembelajaran sesuai dengan minat dan bakat anak. Apakah anak cocok dengan home schooling, boarding school ataukah sekolah formal. Untuk design pembelajaran secara umumnya akan diterapkan:

Anak

  1. Orang tua harus memahami minat dan bakat anak.
  2. Orang tua harus mengasah minat dan bakat anak.
  3. Orang tua harus mendukung dan memfasilitasi minat dan bakat anak.
  4. Ketika masih batita pembelajaran dilakukan secara ringan dengan permainan.
  5. Ketika balita anak mulai diajarkan hal-hal yang mengasah rasa ingin tahu lebih.
  6. Anak menerima arahan minat dan bakat dari orang tua dengan hati bahagia.
  7. Anak senang dengan kegiatan dan aktifitas yang dilakukan.
  8. Apapun yang dilakukan anak harus mengandung nilai pembelajaran.
  9. Orang tua memantau setiap kegiatan dan aktifitas anak.
  10. Buat suasana menyenangkan bagi anak di rumah bersama orang tua.
  11. Arahkan anak untuk lebih mendalami minat dan bakat tanpa lupa memberikan dasar-dasar ilmu kehidupan.
  12. Lakukan evaluasi bersama antara orang tua dan anak.
  13. Lakukan diskusi atau bincang bersama antara orang tua dan anak.

Remaja

  1. Orang tua menjadi teman bagi anak.
  2. Berikan ruang bagi anak untuk berkreasi.
  3. Pantau terus perkembangan anak.
  4. Lakukan diskusi dan bincang bersama antara orang tua dan anak.
  5. Lakukan evaluasi bersama antara orang tua dan anak.
  6. Berikan kesempatan untuk anak menyampaikan dan mempresentasikan hasil kreasinya.
  7. Berikan masukan terhadap hasil kreasi anak.
  8. Biarkan anak beraktivitas sesuai minat dan bakatnya.
  9. Berikan dukungan selalu untuk anak selama itu positif.
  10. Lakukan evaluasi sebagai orang tua.OrBeBerEvaB

 

 

 

Leave a comment

#NHW4 Matrikulasi Institut Ibu Profesional

📚NICE HOME WORK #4

🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Insya Allah tetap dan akan diperdalam dan diperbanyak lagi ilmu Parenting dan agama.

 

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Belum ditambahkan lagi daftar checklist secara spesifik. Namun akan berusaha menambahkan. Sejauh ini checklist yang sudah ada sedikit bertambah nilainya.

 

b.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Insya Allah peran kita di bumi banyak. Selain taat dan beribadah kepada Allah SWT. Tentunya kita diciptakan sebagaimana diri kita yang tepat untuk orang tua, suami, anak, saudara, dan keluarga.

Selama ini saya aktif di riset sejak kuliah. Saya ingin memperdalamnya melalui jalur pendidikan, belajar mengajar. Saya ingin menjadi dosen sehingga meningkatkan peran saya sebagai peneliti, serta memudahkan saya melakukan penelitian.
Misi Hidup : Menemukan solusi melalui riset
Bidang : Penelitian
Peran : Peneliti dan Dosen

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Tentunya bidang ilmu saya di bidang sospol sebagai bekal melakukam riset dan mengajar.

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar sospol
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen keluarga dan manajemen karir dosen/peneliti
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar riset, metode penelitian, teknik mengajar.
4. Bunda Shaleha : Ilmu mengajar dan meneliti.

d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Pada dasarnya milestone itu sudah dijalankan. Namun saat ini perlu komitmen agar lebih konsisten dalam belajar, agar tercapai apa yang dicita-citakan dan diharapkan. Dan tentunya diperdalam ilmunya.

KM 0 pada usia 28 th
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Akan segera diperbaiki dan diubah.

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

 

 

Salam Ibu Profesional,

 

Khikmatul Islah

Leave a comment

View on Path

Leave a comment

Cinta, Cita, Cerita #NHW3

Surat Cinta

Teruntuk Cintaku, Sayangku, Papa Ayaziku

Sayang,

Berjuta kata yang ingin kusampaikan, walau mungkin itu tak sanggup mewakili seluruh isi hatiku.

2 tahun 2 bulan 16 hari sudah tali ikatan suci itu diikrarkan.

Selama itu pula aku mengenalmu, mengenalmu lebih dalam. Menyayangimu, menyayangimu lebih dalam. Mencintaimu, mencintaimu lebih dalam. Mendukungmu, mendukungmu lebih dalam. Mendoakanmu, mendoakanmu lebih dalam. Lebih dan lebih lagi. Melebihi apa yang kulakukan untuk diriku sendiri.

Awal menemukanmu, aku merasa ada magnet yang menarikku untuk mendekat. Bertemu denganmu, mulai meyakinkanku bahwa kau nyata. Mengenal dirimu, memantapkanku bahwa kaulah. Kaulah yang tepat untukku. Kau yang memang berniat baik mengenalku dan keluargaku.

Aku masih ingat betul setiap waktu pertemuan kita dulu. Kau yang sangat menghormatiku sebagai seorang perempuan. Tanpa mencoba untuk bersentuhan denganku. Kau membuat setiap momen menjadi spesial. Kau membuatku menjadi seseorang yang teristimewakan.

Suatu ketika kau tiba-tiba ingin datang melamarku. Tanggal 29 Desember 2014. Antara kaget, bahagia, panik bercampur dalam hatiku. Dan Ibuku langsung meng iya kan. Hingga tiba saat 2 Januari 2015 kau dan keluargamu datang. Aku dan keluargaku sangat bahagia menyambutnya.

Rasanya waktu begitu cepat. 20 Maret 2015 kita menikah. Hari yang paling membahagiakan bagi seorang perempuan yang telah cukup usia, menanti sekian lama, menunggu tanpa hentinya, berjuang dalam pencariannya, berdoa dalam hatinya. Dialah aku, yang kini menjadi istrimu, Ibu dari anak-anakmu, menantu di keluargamu, belahan jiwamu.

Sayang, jika aku bisa menyerahkan seluruh hidupku, aku akan berikan seutuhnya untukmu. Jika aku bisa selamanya mengabdi, aku akan berikan semua baktiku untukmu. Jika aku bisa seumur hidup berdoa, aku akan terus dan terus berdoa untuk kebaikanmu.

Sayang, kau bagai anugrah terindah dalam hidupku. Kau selalu ada untukku. Kau selalu ada untuk keluargaku. Kau segalanya bagiku. Tetaplah jadi juara di hatiku.

Sayang, kau Papa terbaik untuk anak-anak kita. Kau Papa yang siaga. Kau guru hebat bagi generasi penerus kita. Teruslah jadi teladan bagiku dan putra putri kita.

Sayang, kau imam bagi keluarga. Kaulah pemimpin dalam mahligai rumah tangga kita. Kuatlah dan tegarlah dalam setiap kondisinya. Bimbing kami di dalamnya. Dukungan dan doa kami akan selalu ada dalam setiap langkahmu membuat kami bahagia.

Sayang, mari terus bergandengan tangan, menyatukan visi misi kita, saling percaya, membangun peradaban kokoh keluarga. Berdoa, beribadah dan menua bersama.

Sayang, terima kasih untuk segalanya. Aku dan anak-anak akan selalu ada untukmu dalam suka maupun duka, saat posisi tertinggi maupun terendah. Keluargaku adalah keluargamu. Keluargamu adalah keluargaku. Mari bertumbuh membangun taman surga bersama.

Dariku, istrimu tercinta, Khikmatul Islah.

10 Ramadhan 1438 H, 5 Juni 2017, 06.44.

 

_________________________________________

Surat Cinta sebelumnya

Untuk Calon Imamku : https://islahzone.wordpress.com/2015/03/01/766/

Untukmu Calon Imamku…
Aku bukan wanita sempurna,
Aku bukan wanita yang bisa memberikanmu kemewahan dunia.
Tetapi ingatlah,
Untukmu akan selalu ada taatku sebagai istri kepada suaminya,
Untukmu akan selalu ada senyum manis di setiap suka duka tangis tawa,
Untukmu akan selalu ada doa dan dukungan di setiap langkah,
Untukmu akan selalu ada aku yang mendampingimu dengan setia.

-Khikmatul Islah-

 

Untuk Calon Suamiku (ditulis sehari sebelum akad nikah) : https://islahzone.wordpress.com/2015/03/18/773/

Untukmu calon suamiku,

Dari hati yang tulus aku akan menerimamu sebagai imamku.
Terima aku sebagai istrimu yang akan menjadi makmummu dengan segala kekurangan dan kelebihanku.
Akan kuberikan taatku padamu, dalam setiap langkah bahtera rumah tangga kita.
Tuntun aku, bimbing aku, gandeng aku, rangkul aku, dan peluk aku, dalam setiap kondisi kita, suka dan duka, tangis dan tawa.

Dear calon pendamping hidupku,
Temani aku dalam mengarungi hidup ini hingga akhir hayatku.
Aku akan mendampingimu selalu hingga akhir hidupku.
Kau ada untukku dan aku ada untukmu.
Sertakan aku dalam setiap prestasimu.
Dukung aku dalam setiap potensiku.

Dear calon teman hidupku,
Bisa jadi suatu hari aku cerewet, ngambek, menangis, atau cemburu.
Tolong pahami aku dalam setiap kondisiku.
Lembutkanlah tutur kata dan tindakanmu.
Aku akan berusaha menjadi istri yang membahagiakanmu dan mendukungmu dalam setiap usaha dan kerja kerasmu.

Dear calon Ayah anak-anakku,
Jadilah suami siaga, siap ada dan menjaga aku dan anak kita.
Mari bergerak bersama menjadi Ayah dan Ibu hebat bagi generasi penerus kita.
Didik mereka bersama menjadi anak yang sholeh/sholehah, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, berprestasi dan dewasa.

Dear calon kepala rumahtanggaku,
Ringanlah untuk membantu pekerjaan rumah tangga.
Kita tunaikan bersama hak dan kewajiban dalam suatu rumah tangga.
Bekerja keraslah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kita bahagiakan anak-anak kita dengan usaha bersama.
Sesekali buatlah aku tersenyum tersipu-sipu dengan kado kecil darimu dan setangkai bunga yang indah.

Dear calon menantu kebanggaan orangtuaku,
Orangtuamu adalah orangtuaku, orangtuaku adalah orangtuamu.
Keluargamu adalah keluargaku, keluargaku adalah keluargamu.
Kita satukan bersama mereka dalam satu keluarga besar kita.
Tanpa ada beda, tanpa ada pilih salah satunya.

Dear calon pemimpin keluargaku,
Jadilah pemimpin yang bijaksana.
Jadilah pemimpin yang mendengarkan suara makmumnya.
Jadilah pemimpin yang selalu ada di barisan terdepan jika terjadi apa-apa.
Jadilah pemimpin di hati istrimu tercinta, tanpa hati yang lainnya (setia).

Aku tunggu kau dear calon suamiku, untuk bersanding denganku, esok pada hari Jum’at, 20 Maret 2015, bersama wali dan saksi kita, untuk mengikrarkan Mitsaqon Gholidhon di hadapan seluruh keluarga.

19 Maret 2015
06.00

 

 

 

_________________________________________

 

Berbicara tentang anak. Saat ini putra kami masih 1 *semoga segera nambah 😁

Anak kami masih berusia 16 bulan. Kami masih meraba-raba bakatnya. Namun, kami berusaha mengasah dirinya agar memiliki potensi dan bakat yang luar biasa, melebihi Papa dan Mamanya.

Dia sudah paham ketika kami bilang sholat. Dia akan mengangkat tangannya selayaknya orang takbir. Sujudpun bisa dia ikuti, tentunya dengan versinya. Alhamdulillah, anak sholeh.

Saat ini dia sedang asik dengan kosakata barunya “Apa itu?”. Segala yang dia lihat dia tanyakan. Kadang dia tetiba bisa bercerita dengan bahasanya tanpa jeda selama beberapa menit. Dan itu sering terjadi. Kami berusaha meresponnya, menerjemahkan maksudnya, dan memahaminya. Kami yakin itu bagian dari proses belajarnya. Berjalan, berlari, explore segala hal menjadi kesukaannya. Bola mainan favoritnya. Dia jagoan kami berdua. Juara di hati kami orang tuanya.

Semoga terus menjadi anak sholeh, hafiz, penyejuk hati kami orang tuanya, Ayazi Hamizan Basari.

 

_________________________________________

 

Terkait potensi diri.

Saat ini saya seorang Ibu Rumah Tangga. Saya bangga. Saya berusaha mengabdi untuk suami dan anak-anak. Saya mengisi waktu dengan kursus, bisnis, belajar mengajar, menulis, dan sesekali mengikuti kompetisi agar lebih terasah daya kreatifnya.

Ada niatan dalam hati untuk terjun ke dunia akademik. Prosesnya masih berjalan. Berharap dan berdoa yang terbaik untuk hasilnya. Jika niatan ini diijabah olehNya, maka akan dimulai semester depan.

Peran saya tentu yang utama sebagai Istri dan IRT. Di luar itu, suami memberikan kepercayaan saya untuk belajar dan berkarya sesuai batasannya.

Bagi orang tua, sebagai anak tentunya wajib berbakti padanya. Walau jarak jauh dan tidak tinggal bersama kami akan selalu ada untuk mereka. Membantu dan mencukupi kebutuhannya sudah menjadi bagian dari kewajiban kami.

Lingkungan di perumahan membuat kami belajar akan arti hidup bertetangga. Ada aja yang dapat diambil hikmahnya. Belajar mandiri dalam rumah tangga kami jalankan sejak awal menikah. Sesekali kami tengok keluarga di Jakarta dan Pekalongan sana. Berusaha berbuat baik kami lakukan bersama dalam setiap ruang dan waktu. Sebab pada dasarnya kita makhluk sosial, saling membutuhkan antar sesama di kehidupan.

Leave a comment

Nice Home Work 2 #NHW2 Matrikulasi Institut Ibu Profesional

📚NICE HOME WORK #2📚

Materi “Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga”

📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝

Dimana:

0 = kurang baik

1 = cukup baik

2 = baik

3 = sangat baik

 

a. Sebagai individu

Dapat menyenangkan hati orang tua ✔ 3

Dapat menyenangkan hati saudara ✔ 2

Menjadi kebanggaan keluarga ✔ 3

Taat dalam beribadah ✔ 3

Memiliki pengetahuan tentang perempuan (diri sendiri, istri, ibu) ✔ 3

Menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam hidup ✔ 3

Ringan tangan membantu setiap orang ✔ 2

Mandiri ✔ 3

Bertanggung jawab ✔ 3

Mengamalkan ilmu ✔ 2

Berbagi dengan sesama ✔ 2

 
b. Sebagai istri

Menaati suami ✔ 3

Memahami isi hati suami ✔ 3

Menyiapkan segala kebutuhan suami ✔ 3

Memasak untuk suami ✔ 3

Berpenampilan rapih di depan suami ✔ 3

Membantu suami menyelesaikan masalah ✔ 3

Selalu ada untuk suami saat suka duka ✔ 3

Mendukung aktivitas dan pekerjaan suami ✔ 3

Mendidik anak bersama suami ✔ 3

Mengikutsertakan suami dalam memantau perkembangan anak ✔ 3

Menjadi tempat bersandar suami ✔ 3

Mencintai suami apa adanya ✔ 3

 
c. Sebagai ibu

Mendidik anak dengan ilmu ✔ 3

Menjaga anak dengan kasih sayang ✔ 3

Menyiapkan segala kebutuhan anak ✔ 3

Mengajarkan nilai keagamaan pada anak ✔ 3

Memantau tumbuh kembang anak ✔ 3

Sabar dalam mendidik anak ✔ 3

Merawat kondisi rumah dengan baik ✔ 3

Membersihkan rumah dengan rajin ✔ 1

Mengatur keuangan rumah tangga dengan baik ✔ 2

 

Nb: Penilaian dilakukan oleh suami

Leave a comment

Ketika menikah, Ibu dari suami memang telah tiada sejak SMA. Bapak Mertua meninggal 3 bulan setelah kami menikah, saat saya hamil bulan ketiga.

Saya tak mengenal sosok Ibu Mertua. Namun dari berbagai cerita, almarhumah orang yang baik. Seorang Ibu yang sangat merawat anaknya. Ibu yang menjaga rumahnya. Ibu yang suka membantu siapa saja. Istri yang sholehah.

Kadang saya berpikir. Bagaimana rasanya mempunyai Ibu Mertua?

Mungkin banyak cerita yang katanya, Ibu Mertua tuh galak, tak bersahabat dan berselisih pendapat. Namun banyak juga cerita indahnya. Bagaimana memiliki seorang Ibu Mertua yang sayang pada menantunya, bangga pada menantunya dan seperti Ibu kandungnya. Itulah yang lebih terbayang. Kebahagiaan memiliki seorang Ibu Mertua. Tempat berbagia kedua setelah Ibu Kandung kita. Seseorang yang akan selalu membanggakan cucu-cucunyanya, anak-anak kita. Seseorang yang setidaknya bisa menceritakan cara jitu menakhlukkan suami kita.

Namun, itu semua sepertinya cukup saya dapatkan dari suami saya. Atau paling tidak dari saudara almarhumah Ibu Mertua. Insya Allah mereka juga akan sama, sayang kepada kita sebagai menantunya.

Sayangnya, seseorang yang sudah dianggap seperti Ibu Kandung suami kini telah pulang kepadaNya. Dan saya sedang berada jauh dari rumahnya tak dapat menghadiri pemakamannya. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.

Rasanya, butuh lebih banyak lagi waktu bersamanya sebagai ganti Ibu Mertua. Belum cukup rasanya membalas kebaikannya. Masih banyak cerita yang belum sempat dibagikan kepadanya.

Kini, hanya doa yang bisa terpanjat untuknya. Semoga Allah melapangkan jalannya menuju surga terbaikNya. Semoga Allah menerima amal ibadahnya. Semoga Allah menjadikannya husnul khotimah. Aamiin Yaa Rabbal’alamin.

Bersyukurlah dan berbahagialah bagi yang masih memiliki Ibu Bapak Mertua. Sayangilah mereka seperti kita menyayangi orang tua Kandung kita.

Mohon doa untuk almarhumah Ibu Cholifah Bin Mandran. Alfatihah.

Khikmatul Islah

View on Path

Leave a comment

Sholat tarawih ke masjid bersama baby yang aktif itu rasanya, Masya Allah at Pekalongan

View on Path